Lampung Timur, 21 April 2026 – Tim Seksi Wilayah 2 Balai Perhutanan Sosial (BPS) Palembang menghadiri kegiatan Sosialisasi Fasilitas Dana Bergulir (FDB) yang diselenggarakan oleh Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Kegiatan ini berlangsung di wilayah Kabupaten Lampung Timur dan diikuti oleh Kelompok Perhutanan Sosial, salah satunya Gapoktan Tunggal Jaya.

Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait akses pembiayaan dalam sektor perhutanan sosial, khususnya untuk mendukung pengembangan komoditas kakao yang saat ini menjadi fokus usaha kelompok.

Dalam kegiatan tersebut disampaikan bahwa sebanyak 60 anggota Gapoktan Tunggal Jaya telah mendaftar untuk mengajukan bantuan pembiayaan melalui BPDLH. Saat ini, proses masih berada pada tahap pendataan dan penyusunan proposal pengajuan.

Ketua dan anggota kelompok juga mendapatkan penjelasan terkait skema pembiayaan yang ditawarkan oleh BPDLH, yaitu pinjaman berbunga ringan sebesar 3% per tahun. Skema ini mencakup tiga paket pembiayaan, meliputi kegiatan penanaman, pemeliharaan, dan operasional usaha.

Adapun plafon pinjaman yang dapat diakses berkisar antara Rp10 juta hingga Rp20 juta per anggota, dengan jangka waktu pengembalian selama 1 hingga 2 tahun. Mekanisme pengembalian pinjaman disesuaikan dengan masa panen kakao, yaitu sebanyak 2 hingga 3 kali dalam setahun, serta memungkinkan perpanjangan sesuai kebutuhan usaha.

Selain itu, dalam sosialisasi juga dijelaskan persyaratan pengajuan pembiayaan, antara lain calon penerima merupakan anggota Kelompok Perhutanan Sosial, memiliki dokumen identitas (KTP dan KK), serta memiliki lokasi garapan yang jelas. Komitmen dalam menjaga dan merawat tanaman juga menjadi bagian penting dalam skema pembiayaan berbasis agroforestri ini.

Kerja sama antara Gapoktan Tunggal Jaya dengan PT Olam Food Ingredients (OFI) sendiri telah terjalin sejak awal tahun 2026 dalam rangka pengembangan komoditas kakao. Saat ini, kolaborasi tersebut juga mulai menjajaki sinergi dengan BPDLH untuk memperkuat dukungan permodalan bagi anggota kelompok.

Melalui dukungan pembiayaan ini, diharapkan dapat meningkatkan produktivitas tanaman kakao yang saat ini telah dikembangkan di lahan seluas Β±60 hektar. Selain itu, program ini juga diharapkan mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat keberlanjutan pengelolaan hutan melalui skema perhutanan sosial.