Palembang β Balai Perhutanan Sosial Palembang terus memperkuat pengelolaan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK), khususnya komoditas jernang, melalui pelaksanaan proyek hibah luar negeri yang didukung oleh Asian Forest Cooperation Organization (AFoCO). Program bertajuk Improved Local Community Livelihoods through Increased Benefits from Non-Timber Forest Products (NTFP): Modeling Scalable Community-Based Enterprises in Asia ini berlangsung sejak Desember 2023 hingga April 2026 di Provinsi Sumatera Selatan.
Program tersebut bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan melalui pengembangan usaha berbasis HHBK yang berkelanjutan. Selain meningkatkan kualitas resin jernang sesuai standar, proyek ini juga diarahkan untuk memperkuat nilai tambah produk, menjamin keberlanjutan sumber daya, serta membangun model usaha berbasis masyarakat (Community-Based Enterprise/CBNE) yang dapat direplikasi di berbagai daerah. Upaya ini sekaligus mendukung pencapaian target Indonesia's Forestry and Other Land Uses (FoLU) Net Sink 2030 melalui pengelolaan hutan yang lestari.
Selama pelaksanaan kegiatan hingga akhir tahun 2025, berbagai program telah dilaksanakan sebagai bentuk penguatan kapasitas masyarakat dan aparatur pemerintah. Kegiatan tersebut meliputi pelatihan Community-Based Enterprise (CBNE), pelatihan pembibitan rotan jernang, Training of Trainers (ToT) bagi penyuluh kehutanan, studi banding, hingga pelatihan daring mengenai pengelolaan hutan. Berbagai kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan serta keterampilan masyarakat dalam mengembangkan usaha HHBK secara berkelanjutan.
Selain peningkatan kapasitas, Balai Perhutanan Sosial Palembang juga melakukan identifikasi praktik terbaik (best practice) pengelolaan rotan penghasil jernang di beberapa wilayah, yaitu Provinsi Bengkulu, Jambi, dan Aceh. Hasil identifikasi tersebut menjadi referensi dalam menyusun model pengelolaan jernang yang adaptif terhadap kondisi lokal dan berorientasi pada keberlanjutan sumber daya hutan.
Dalam aspek pengembangan usaha, proyek AFoCO turut mendorong terbentuknya jejaring pasar melalui kolaborasi dengan kementerian, pemerintah daerah, pelaku usaha, eksportir, industri kosmetik, serta Asosiasi Jernang Indonesia. Berbagai forum diskusi dan konsultasi juga diselenggarakan guna memperkuat rantai nilai pemasaran resin jernang, termasuk pengembangan media informasi berbasis website sebagai sarana promosi dan diseminasi informasi.
Upaya lain yang dilakukan adalah penyusunan standar pengelolaan jernang, mulai dari standar pengelolaan di kawasan hutan, standar pemanenan buah rotan jernang, hingga standar pengolahan pascapanen. Standardisasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan mutu produk sekaligus memperkuat daya saing HHBK Indonesia di pasar nasional maupun internasional.
Pada aspek konservasi sumber daya, kegiatan penilaian potensi dilakukan melalui survei awal kondisi sosial ekonomi masyarakat dan potensi sumber daya di lokasi kegiatan, termasuk analisis kualitas resin jernang. Proyek ini juga berhasil membangun persemaian semi permanen yang menyediakan sekitar 2.000 bibit rotan jernang sebagai upaya mendukung pengayaan dan keberlanjutan sumber daya di masa mendatang.
Berbagai kegiatan sosialisasi juga telah dilaksanakan, diawali dengan Kick Off Project di Kabupaten Muara Enim yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi di Desa Tanjung Agung, Kecamatan Semende Darat Ulu sebagai desa percontohan (pilot project). Melalui kegiatan tersebut, masyarakat memperoleh pemahaman mengenai tujuan program, manfaat pengelolaan HHBK secara berkelanjutan, serta peluang pengembangan usaha berbasis jernang.
Balai Perhutanan Sosial Palembang berharap implementasi proyek hibah AFoCO ini dapat menjadi model pengembangan usaha HHBK berbasis masyarakat yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan sekaligus menjaga kelestarian sumber daya alam. Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan mitra pembangunan menjadi kunci dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang produktif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Tulis Komentar