Muara Enim, Sumatera Selatan β Balai Perhutanan Sosial Palembang melaksanakan kegiatan pengayaan rotan penghasil jernang jenis Calamus didymophilus dan Calamus draco di kawasan Hutan Desa Tanjung Agung, Kecamatan Semende Darat Ulu, Kabupaten Muara Enim. Sebanyak 325 batang bibit ditanam bersama Kelompok Tani Hutan (KTH) Jernang Lestari dan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah VIII Semende sebagai bagian dari upaya pelestarian sumber daya hutan sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Jernang merupakan salah satu Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) bernilai ekonomi tinggi yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai komoditas unggulan masyarakat perhutanan sosial. Namun, keberadaan rotan penghasil jernang di habitat alaminya terus menghadapi tantangan akibat berkurangnya populasi dan tekanan terhadap ekosistem hutan.
Sebagai bentuk komitmen dalam menjaga keberlanjutan sumber daya tersebut, Balai Perhutanan Sosial Palembang melaksanakan kegiatan pengayaan menggunakan dua jenis rotan penghasil jernang, yaitu Calamus didymophilus dan Calamus draco, pada kawasan Hutan Desa Tanjung Agung.
Pengayaan ini dilaksanakan untuk:
- Memulihkan kondisi ekosistem hutan melalui penanaman jenis asli bernilai konservasi.
- Meningkatkan keanekaragaman hayati di kawasan Hutan Desa.
- Menjamin ketersediaan sumber benih rotan penghasil jernang secara berkelanjutan.
- Menghasilkan komoditas HHBK bernilai ekonomi tinggi bagi masyarakat.
- Mendukung pengembangan perhutanan sosial yang berorientasi pada konservasi dan pemberdayaan masyarakat.
Sebanyak 325 batang bibit rotan penghasil jernang ditanam secara langsung di kawasan Hutan Desa Tanjung Agung. Kegiatan dilakukan secara kolaboratif bersama anggota Kelompok Tani Hutan (KTH) Jernang Lestari dan KPH Wilayah VIII Semende, yang selama ini aktif mendukung pengelolaan kawasan hutan secara lestari.
Kegiatan pengayaan ini merupakan bagian dari implementasi program AFoCO/035/2022 bertajuk:
"Improved Local Community Livelihoods through Increased Benefits from Non-Timber Forest Products (NTFP): Modeling Scalable Community-Based Enterprises in Asia."
Program tersebut bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan hasil hutan bukan kayu secara berkelanjutan dengan pendekatan berbasis masyarakat.
Ke depan, lokasi pengayaan ini direncanakan menjadi salah satu Areal Sumber Benih (ASB) rotan penghasil jernang, sehingga dapat menyediakan sumber benih yang berkualitas untuk kegiatan rehabilitasi, pengembangan budidaya, maupun konservasi jenis rotan penghasil jernang.
Selain mendukung pelestarian plasma nutfah, keberadaan ASB diharapkan mampu menjadi fondasi bagi pengembangan usaha HHBK yang berkelanjutan serta memperkuat sumber mata pencaharian masyarakat di sekitar kawasan hutan.
Melalui kegiatan pengayaan rotan penghasil jernang ini, Balai Perhutanan Sosial Palembang terus mendorong pengelolaan hutan yang mengintegrasikan aspek konservasi, pemanfaatan hasil hutan bukan kayu, dan pemberdayaan masyarakat. Kolaborasi bersama masyarakat dan para pemangku kepentingan menjadi langkah penting dalam mewujudkan keberlanjutan sumber daya hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat perhutanan sosial.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Tulis Komentar