MUARA ENIM – Balai Perhutanan Sosial Palembang terus mendorong peningkatan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK). Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Standar dan Kelas Kualitas Resin Jernang yang diselenggarakan pada 21 Mei 2026 di Sekretariat Kelompok Tani Hutan (KTH) Jernang Lestari, Desa Tanjung Agung, Kecamatan Semende Darat Ulu, Kabupaten Muara Enim.

Kegiatan diikuti oleh 35 peserta yang terdiri atas anggota KTH Jernang Lestari dan perangkat desa. Dari Balai Perhutanan Sosial Palembang hadir Sahwalita, Nanang Herdiana, Teten Rahman Syaipullah, Rista Novalina, dan Muhammad Yunus sebagai pendamping kegiatan.

Dalam sambutannya, Sahwalita yang mewakili Kepala Balai Perhutanan Sosial Palembang menyampaikan bahwa peningkatan kualitas resin jernang merupakan langkah strategis untuk meningkatkan daya saing produk HHBK sekaligus memperkuat sumber mata pencaharian masyarakat sekitar hutan.

Pelatihan menghadirkan narasumber Nanang Herdiana, S.Hut., M.Sc., Penyuluh Kehutanan Ahli Madya Balai Perhutanan Sosial Palembang, bersama Ediansyah sebagai praktisi lapangan. Materi yang disampaikan meliputi standar mutu, klasifikasi kualitas resin jernang, hingga teknik pengolahan sesuai kebutuhan pasar.

Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti praktik langsung mengenai penentuan kelas kualitas resin jernang dan teknik peracikan resin agar memenuhi standar kualitas yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Pada sesi praktik, peserta memperoleh pengalaman langsung melakukan pengujian kualitas resin jernang secara manual menggunakan metode sistem bakar. Peserta juga mempelajari proses peracikan resin untuk menghasilkan produk sesuai spesifikasi permintaan pasar.

Antusiasme peserta terlihat tinggi selama pelatihan berlangsung. Selama ini sebagian besar masyarakat hanya menjual buah jernang segar kepada pengumpul sehingga belum memperoleh nilai tambah dari proses pengolahan menjadi resin berkualitas.

Pelatihan ini merupakan bagian dari implementasi proyek AFoCO/035/2022 "Improved Local Community Livelihoods Through Increased Benefits from Non-Timber Forest Products (NTFP): Modelling Scalable Community-Based Enterprises in Asia."

Melalui proyek tersebut, Balai Perhutanan Sosial Palembang bersama para mitra berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan usaha berbasis Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang berkelanjutan. Peningkatan kapasitas dalam memahami standar mutu resin jernang diharapkan mampu membuka peluang usaha baru, meningkatkan nilai tambah komoditas lokal, serta memperluas akses pasar bagi masyarakat sekitar kawasan hutan.

Di akhir kegiatan, para peserta menyampaikan harapan agar harga resin jernang kembali meningkat seperti beberapa tahun sebelumnya serta permintaan pasar terus bertambah sehingga mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan pendapatan masyarakat.