Muara Enim, 12 Mei 2026 – Balai Perhutanan Sosial Palembang terus mendorong peningkatan kapasitas masyarakat dalam mengembangkan usaha berbasis Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK). Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Pembuatan Lip Balm Berbahan Ekstrak Resin Jernang yang diselenggarakan di Sekretariat Kelompok Tani Hutan (KTH) Jernang Lestari, Desa Tanjung Agung, Kecamatan Semende Darat Ulu, Kabupaten Muara Enim, Selasa (12/5).

Kegiatan ini diikuti oleh 35 peserta yang terdiri atas anggota KTH Jernang Lestari dan perangkat desa. Balai Perhutanan Sosial Palembang hadir melalui Sahwalita, Nanang Herdiana, Hermansyah, dan Winda Dwi Wahyuni sebagai bentuk pendampingan kepada masyarakat dalam pengembangan usaha berbasis potensi hutan yang berkelanjutan.

Mendorong Hilirisasi Hasil Hutan Bukan Kayu

Dalam sambutannya, Sahwalita yang mewakili Kepala Balai Perhutanan Sosial Palembang menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas masyarakat dalam mengembangkan produk turunan HHBK, khususnya resin jernang (dragon's blood), sehingga mampu memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus menjadi alternatif sumber mata pencaharian bagi masyarakat sekitar kawasan hutan.

Resin jernang selama ini dikenal memiliki berbagai manfaat dan nilai ekonomi yang tinggi. Melalui inovasi pengolahan menjadi produk kosmetik alami, masyarakat didorong untuk tidak hanya menjual bahan baku, tetapi juga mampu menghasilkan produk olahan yang memiliki daya saing dan nilai jual lebih tinggi.

Peserta Praktik Langsung Membuat Lip Balm Berbahan Resin Jernang

Pelatihan menghadirkan Dr. Yanico Hadi Prayoga sebagai narasumber. Dalam kegiatan tersebut peserta memperoleh materi mengenai karakteristik resin jernang, peluang pengembangan industri kosmetik berbahan alami, hingga tahapan formulasi dan proses pembuatan lip balm.

Tidak hanya menerima materi, peserta juga mengikuti praktik langsung pembuatan lip balm menggunakan ekstrak resin jernang. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pengalaman teknis dalam menghasilkan produk kosmetik alami yang aman, bernilai tambah, serta berpotensi dikembangkan sebagai usaha kelompok.

Dr. Yanico Hadi Prayoga menjelaskan bahwa resin jernang memiliki potensi besar sebagai bahan baku kosmetik alami karena mengandung senyawa yang bernilai fungsional dan memiliki prospek pasar yang terus berkembang, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Bagian dari Proyek AFoCO untuk Penguatan Mata Pencaharian Masyarakat

Pelatihan ini merupakan bagian dari implementasi proyek AFoCO/035/2022 "Improved Local Community Livelihoods through Increased Benefits from Non-Timber Forest Products (NTFP): Modelling Scalable Community-Based Enterprises in Asia."

Melalui proyek tersebut, Balai Perhutanan Sosial Palembang bersama para mitra berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan usaha berbasis hasil hutan bukan kayu secara lestari. Pengolahan resin jernang menjadi produk kosmetik alami diharapkan mampu membuka peluang usaha baru, memperluas pasar produk lokal, sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan masyarakat.

Mendorong Kemandirian Kelompok Perhutanan Sosial

Melalui pelatihan ini, KTH Jernang Lestari diharapkan semakin mampu mengembangkan inovasi usaha berbasis potensi lokal, memperkuat kelembagaan kelompok, serta meningkatkan pendapatan masyarakat tanpa mengabaikan aspek kelestarian hutan.

Balai Perhutanan Sosial Palembang akan terus mendukung pengembangan kapasitas kelompok perhutanan sosial agar mampu menciptakan produk-produk bernilai ekonomi tinggi yang berdaya saing dan berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi masyarakat sekitar kawasan hutan secara berkelanjutan.