Bengkulu Selatan, 17 April 2026 β€” Dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan Sosialisasi dan Pra-Kondisi Fasilitasi Agroforestri Pangan dan Energi Perhutanan Sosial (FAPE-PS) Tahun 2026, Balai Perhutanan Sosial (PS) Palembang menggelar rapat koordinasi secara daring melalui Zoom Meeting pada Jumat (17/4), pukul 09.00–12.00 WIB.

Kegiatan ini diikuti oleh Ketua dan pengurus Kelompok Tani Hutan (KTH) Cugung Gegele, Koperasi Suban Abadi, serta Pendamping Kelompok Perhutanan Sosial (KPS) potensial di Kabupaten Bengkulu Selatan. Rapat ini merupakan bagian dari tahapan awal (pra-kondisi) untuk memastikan kesiapan lokasi dan kelembagaan calon penerima program FAPE-PS.

Dalam arahannya, Kepala Seksi Wilayah I Balai PS Palembang, Rita Savitri Christina Sinaga, S.Hut, menyampaikan bahwa FAPE-PS merupakan bentuk fasilitasi pemerintah untuk mendorong peningkatan produktivitas dan nilai tambah kawasan hutan melalui pengembangan agroforestri berbasis pangan dan energi. Program ini diharapkan dapat mendukung swasembada pangan dan energi, meningkatkan pendapatan kelompok, serta menjaga kelestarian hutan secara berkelanjutan.

Lebih lanjut dijelaskan, pelaksanaan FAPE-PS Tahun 2026 dilakukan melalui pola swakelola dengan mekanisme penyaluran dana langsung (LS) kepada kelompok penerima, dengan nilai paket sebesar Rp5,6 juta per hektare. Kegiatan yang difasilitasi meliputi penyiapan lahan, pengadaan bibit tanaman kayu dan MPTS, benih tanaman pangan, serta dukungan alat dan bahan pendukung kegiatan agroforestri.

Selain itu, disampaikan pula tahapan pengusulan dan penetapan penerima FAPE-PS, yang diawali dari pengajuan permohonan oleh KPS/KUPS, verifikasi administrasi dan teknis oleh Balai, hingga penetapan penerima kegiatan. Kriteria penerima diprioritaskan bagi kelompok yang telah memiliki legalitas perhutanan sosial serta potensi pengembangan komoditas pangan dan/atau energi.

Rapat juga diisi dengan sesi diskusi interaktif yang membahas kesesuaian subjek dan objek usulan, termasuk kondisi usaha tani yang telah berjalan, pola tanam, produktivitas, hingga potensi kemitraan dan pemasaran hasil. Diskusi ini menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan lapangan sebelum pelaksanaan kegiatan.

Melalui kegiatan ini, Balai PS Palembang berharap seluruh calon penerima program dapat memahami mekanisme dan persyaratan FAPE-PS secara komprehensif, serta mempersiapkan dokumen dan rencana kegiatan dengan baik, sehingga pelaksanaan program Tahun 2026 dapat berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan.