Jambi β€” Balai Perhutanan Sosial Palembang melalui Proyek AFoCO/035/2022 "Improved Local Community Livelihoods through Increased Benefits from Non-Timber Forest Products (NTFP): Modelling Scalable Community-Based Enterprises in Asia" menyelenggarakan diskusi multipihak dalam rangka penyusunan laporan market linkage untuk memfasilitasi pemasaran Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) resin jernang. Kegiatan berlangsung pada Jumat, 12 Desember 2025 di Gadamala Cafe and Eatery, Kota Jambi.

Diskusi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat keterhubungan pasar (market linkage) HHBK resin jernang melalui kolaborasi berbagai pemangku kepentingan. Forum tersebut menjadi wadah untuk menyelaraskan data, informasi, serta masukan dari berbagai sektor guna menghasilkan laporan yang komprehensif sebagai dasar pengembangan strategi pemasaran resin jernang.

Balai Perhutanan Sosial Palembang diwakili oleh Penyuluh Kehutanan Ahli Madya Sahwalita, S.Hut., M.P., Nanang Herdiana, S.Hut., M.Si., beserta tim. Hadir pula perwakilan akademisi, yaitu Prof. Dr. H. Syamsurijal Tan, S.E., M.A. dari Fakultas Ekonomi Universitas Jambi dan Prof. Dr. Revis Asra, S.Si., M.Si., Wakil Rektor Bidang IV Universitas Jambi. Dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) hadir Dr. Lutfy Abdullah, S.Hut., M.Si., sementara Pemerintah Daerah diwakili oleh Bambang Yulisman, S.Hut., M.Si., Kepala Bidang PPMHA Dinas Kehutanan Provinsi Jambi. Turut hadir pula perwakilan lembaga swadaya masyarakat Pundi Sumatera, yaitu Damsir Chaniago, S.P.

Melalui diskusi ini, para peserta membahas berbagai aspek keterkaitan pasar resin jernang, mulai dari kondisi rantai pasok, peluang pasar, hingga strategi penguatan pemasaran yang berkelanjutan. Hasil pembahasan tersebut diharapkan dapat dituangkan dalam laporan market linkage yang mampu memberikan gambaran menyeluruh mengenai potensi dan tantangan pengembangan pasar HHBK resin jernang.

Laporan tersebut nantinya diharapkan menjadi salah satu referensi dalam penyusunan kebijakan maupun langkah strategis untuk membuka akses pasar resin jernang, baik di tingkat nasional maupun internasional. Selain itu, penguatan jejaring pasar juga diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk, mendorong pengembangan produk turunan berbahan resin jernang, memperkuat usaha masyarakat berbasis HHBK, serta memberikan kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penerimaan negara.

Melalui sinergi antara pemerintah, akademisi, lembaga riset, dan organisasi masyarakat sipil, pengembangan pasar HHBK resin jernang diharapkan dapat berlangsung secara lebih terarah, berkelanjutan, dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat sekitar hutan.