Palembang – Dalam upaya mendorong optimalisasi penyelenggaraan Perhutanan Sosial di Provinsi Lampung, Balai Perhutanan Sosial (PS) Palembang menjajaki peluang kerja sama strategis dengan Fakultas Pertanian Universitas Lampung (Unila). Pertemuan yang dilaksanakan secara daring pada Rabu (17/06/2026) tersebut dihadiri oleh Dekan Fakultas Pertanian Unila, Dr. Ir. Kuswanta Futas Hidayat, M.P., Kepala Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Unila, Prof. Ir. Christin Wulandari, serta sivitas akademika Fakultas Pertanian Unila lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Balai PS Palembang, Bayu Subekti, memaparkan kondisi dan potensi pengembangan Perhutanan Sosial di Provinsi Lampung. Hingga saat ini, Lampung memiliki luas areal persetujuan Perhutanan Sosial mencapai 207.531 hektare, dengan 408 unit Surat Keputusan (SK) dan 85.507 kepala keluarga (KK) penerima manfaat.

Menurut Bayu, besarnya potensi tersebut perlu didukung oleh kolaborasi multipihak, termasuk perguruan tinggi, agar pelaksanaan Perhutanan Sosial dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan. Fakultas Pertanian Unila dinilai memiliki kapasitas akademik yang dapat berkontribusi melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia, pendampingan masyarakat, penelitian, serta penerapan inovasi berbasis ilmu pengetahuan.

β€œDukungan akademisi akan memperkuat implementasi Perhutanan Sosial melalui kajian ilmiah, peningkatan kompetensi masyarakat, hingga pengembangan inovasi yang dapat menjawab berbagai tantangan di lapangan,” ujar Bayu.

Dalam pemaparannya, kedua belah pihak juga mendiskusikan sejumlah peluang kerja sama yang dapat dikembangkan, antara lain verifikasi teknis dan tenurial, penguatan kapasitas SDM, pelaksanaan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan Tridarma Perguruan Tinggi, penguatan kelembagaan Perhutanan Sosial, pengembangan usaha kelompok, inventarisasi kearifan lokal, diseminasi pengetahuan, hingga monitoring dan evaluasi pelaksanaan program.

Dekan Fakultas Pertanian Unila, Dr. Ir. Kuswanta Futas Hidayat, M.P., menyampaikan dukungannya terhadap inisiatif kerja sama tersebut. Menurutnya, sinergi antara Fakultas Pertanian Unila dan Balai PS Palembang dapat menjadi wadah implementasi Tridarma Perguruan Tinggi sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Kerja sama ini diharapkan mampu mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan, memperkuat pengembangan usaha Perhutanan Sosial, serta mendorong pengelolaan hutan yang berkelanjutan melalui pendekatan ilmiah dan partisipatif.

Pertemuan ini menjadi langkah awal dalam membangun kolaborasi yang lebih erat antara Balai PS Palembang, Universitas Lampung, dan kelompok masyarakat di Provinsi Lampung. Melalui sinergi tersebut, diharapkan lahir berbagai solusi inovatif yang dapat memperkuat kapasitas masyarakat, meningkatkan produktivitas usaha Perhutanan Sosial, serta mendukung keberlanjutan pengelolaan sumber daya hutan.

Pada akhir pertemuan, kedua belah pihak sepakat untuk melanjutkan proses penjajakan ini menuju penyusunan dan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Balai PS Palembang dan Universitas Lampung sebagai landasan pelaksanaan program bersama di masa mendatang.